SAPMA sebagai wadah pemuda yang meninggalkan jejak-jejak sejarah kepada generasi berikutnya dengan kegiatan-kegiatan yang nyata yang monumental dan patut diteladani dipelihara dan dilanjutkan. Bukan menjadi SAPMA yang hanya menangani kegiatan-kegiatan yang bersifat ceremonial dan sloganis serta berbau politis saja.Menjadikan SAPMA sebagai moral force dan kontrol sosial terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dala segala aspek. Harus diakui, bahwa pemuda masa lalu telah menunjukkan peran kontrol sosial dan moral force yang lebih tangguh daripada pemuda jaman sekarang.

Sebagai kader harapan bangsa dan penerus estafet perjuangan dari masa lalu dan penentu masa akan datang, pemuda haruslah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemuda haruslah mengambil peran dalam mencerdaskan bangsa. Hal ini tentu menuntut kalangan muda untuk serius dalam menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi , dari manapun asalnya untuk di darma baktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara.
SAPMA Pemuda Pancasila sebagai wadah kaderisasi dan aktualisasi diri untuk membentuk pribadi yang memiliki jiwa leadership, kemampuan manajerial, keterampilan administrasi dan diplomasi serta memiliki sense of belonging dan sense of protecting terhadap organisasi, bangsa dan Negara dengan tetap berpedoman kepada UUD 1945 dan PANCASILA.
Dewasa ini nilai-nilai Pancasila kita rasakan terus terkikis oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, namun kami tegaskan agar seluruh komponen bangsa senantiasa menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila selaku ideologi bangsa ini. Apabila memang ada yang sampai berani merubah dan mengganggu Pancasila serta mengganggu bangsa dan tanah air tercinta ini maka kami Satuan Pelajar Siswa dan Mahasiswa Pemuda Pancasila yang akan pertama kali turun untuk mencegah dan menghentikannya. Karena rasa nasionalisme adalah sebuah rasa yang harus dan mutlak ada didalam diri kita.

Sabtu, 11 Desember 2010

Selayang Pandang Sapma PP

Diposting oleh tito sianturi |


SAPMA sebagai wadah pemuda yang meninggalkan jejak-jejak sejarah kepada generasi berikutnya dengan kegiatan-kegiatan yang nyata yang monumental dan patut diteladani dipelihara dan dilanjutkan. Bukan menjadi SAPMA yang hanya menangani kegiatan-kegiatan yang bersifat ceremonial dan sloganis serta berbau politis saja.Menjadikan SAPMA sebagai moral force dan kontrol sosial terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dala segala aspek. Harus diakui, bahwa pemuda masa lalu telah menunjukkan peran kontrol sosial dan moral force yang lebih tangguh daripada pemuda jaman sekarang.



Sebagai kader harapan bangsa dan penerus estafet perjuangan dari masa lalu dan penentu masa akan datang, pemuda haruslah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemuda haruslah mengambil peran dalam mencerdaskan bangsa. Hal ini tentu menuntut kalangan muda untuk serius dalam menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi , dari manapun asalnya untuk di darma baktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara. SAPMA Pemuda Pancasila sebagai wadah kaderisasi dan aktualisasi diri untuk membentuk pribadi yang memiliki jiwa leadership, kemampuan manajerial, keterampilan administrasi dan diplomasi serta memiliki sense of belonging dan sense of protecting terhadap organisasi, bangsa dan Negara dengan tetap berpedoman kepada UUD 1945 dan PANCASILA.



Dewasa ini nilai-nilai Pancasila kita rasakan terus terkikis oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, namun kami tegaskan agar seluruh komponen bangsa senantiasa menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila selaku ideologi bangsa ini. Apabila memang ada yang sampai berani merubah dan mengganggu Pancasila serta mengganggu bangsa dan tanah air tercinta ini maka kami Satuan Pelajar Siswa dan Mahasiswa Pemuda Pancasila yang akan pertama kali turun untuk mencegah dan menghentikannya.

SEJARAH PEMUDA PANCASILA

Diposting oleh tito sianturi |


Sebagai sebuah organisasi, Pemuda Pancasila yang didirikan oleh IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 28 Oktober 1959 juga memiliki sejarah yang penuh warna dan dinamika. Fase pendiriannya di pengujung tahun 50-an ditandai dengan perjuangan politik untuk menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diamanatkan oleh Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada fase inilah karakter organisasi dan orientasi ideologi Pemuda Pancasila terbentuk. Manifestasi dari karakter organisasi dan orientasi ideologis dimaksud tersermin dari sikap dan komitmennya yang teguh untuk tetap mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara dan perekat ke Bhinnekaan bangsa.

Fase perjuangan Pemuda Pancasila di era 60-an ditandai dengan pergulatan melawan kekuatan PKI dan antek-anteknya yang berupaya mengubah ideologi negara dengan faham komunis dan aktif melakukan politik devide et impera di kalangan elit dan masyarakat akar rumput. Salah seorang pendiri HMI bahkan pernah memberikan kesaksian bahwa pada masa itu (1959-1966) Pemuda Pancasila dikenal sebagai salah satu organisasi yang gigih memerangi PKI dan antek-anteknya. Fase ini bisa dikatakan sebagai era peneguhan karakter Pemuda Pancasila sebagai pengawal ideologi Pancasila. (dikutip dari Buku "Pemuda Pancasila Di Mata Publik")..

Pemuda Pancasila dimasa sekarang

Perjalanan Pemuda Pancasila yang sudah hampir setengah abad ini ternyata banyak mengalami liku-liku, dan itu telah membentuk karakter keras Pemuda Pancasila. Tidak bisa dipungkiri Pemuda Pancasila dimata masyarakat sangatlah tidak seperti namanya yang menyandang nama sakral, Pemuda Pancasila sangat di indentikkan dengan "Pemuda Preman", "Antek-antek Orde Baru" sehingga pada sekarang ini Pemuda Pancasila sangatlah menjadi momok bagi masyarakat, ini diakibatkan oleh tingkah oknum selama ini.

Atas dasar itu sudah menjadi Pekerjaan rumah bagi para pengurus baik dari tingkat pusat sampai ke daerah, image terhadap Pemuda Pancasila harus bisa dirubah, kalau tidak maka Pemuda Pancasila hanya akan tinggal nama saja atau lebih menyedihkan lagi Organisasi ini akan di demo dan di tuntut untuk dibubarkan. Pemuda Pancasila harus berani menentang apa yang bertentangan dengan Pancasila, bukan rahasia umum lagi Pemuda Pancasila adalah pembeking usaha-usaha dunia hitam. Karena dari situ Pemuda Pancasila dapat menghidupkan organisasi, karena selama ini kas Pemuda Pancasila tidak pernah diisi oleh yang namanya sumbangan anggota. Padahal kita sama-sama mengetahui kalau ini adalah organisasi yang besar dan kuat. Untuk itu Pemuda Pancasila harus berani mereformasi diri dan mencari ladang pemasukan dari sisi lain.

Profil Tokoh Pemuda Pancasila

Diposting oleh tito sianturi |


K.R.T. Japto Soelistyo Soerjosoemarno, SH
Ketua MPN Pemuda Pancasila

(Lahir Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 1949) adalah tokoh pemuda dari organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Nasional dan Ketua Presidium Partai Patriot Pancasila. Ayahnya adalah Mayor Jendral (Purn.) Ir. KPN. Soetarjo Soerjosoemarno yang merupakan seorang keturunan ningrat Keraton Mangkunegaran, yaitu cucu dari Mangkunegoro V, yang menamatkan pendidikan Topografi dan Geodesi-nya di Belanda, sedangkan ibunya adalah Dolly Soerjosoemarno-Zegerius, seorang wanita Yahudi Belanda. Ia juga adalah saudara kandung (adik) dari Marini Sardi, aktris senior Indonesia dan juga ipar dari Idris Sardi, musisi Indonesia. Disamping bergelut di dunia politik, dia juga adalah seorang tokoh penyayang dan pelestarian binatang WWF. Dia juga mempunyai hobi berburu yang dapat dilihat dari trofi yang diperolehnya dari "Big Game" di Afrika dan serta koleksi binatang-binatang yang diset seperti hidup yang menghiasi interior rumahnya di Ciganjur, Jakarta.

Bakat pemimpin dan kharisma Yapto telah terbentuk di usia mudanya. Diawali pada tahun 1965, ketika dia memimpin sebuah geng anak-muda Jakarta (setelah berlalunya periode gank-gank terdahulu seperti : Selendang Boy, Marabunta, Tarantula, dan lain lain), yaitu geng : Anak Siliwangi yang merupakan kelompok yang mayoritas terdiri dari putera-putera dari perwira-perwira menengah dan tinggi TNI-AD yang bermukim di Komplek Tentara Jalan Siliwangi, di daerah Senen, Jakarta. Sejak itu, nama Yapto disegani dan ditakuti oleh anak-anak muda Jakarta, sehingga perkelahian-perkelahian diantara anak-anak ABG Jakarta seringkali dapat diselesaikan secara damai dengan menyebut nama Yapto, yang di kalangan kawan-kawannya akrab dijuluki si Bulé, Sosok seorang Yapto yang ramah, sopan, setia-kawan, rendah-hati, berintelejensi-tinggi, teguh pendirian serta pintar, juga tegas tidak berbelit-belit dan tidak oportunistik namun bisa menyesuaikan diri itu secara alamiah tumbuh menjadi pemimpin yang melegenda serta menjadi idola anak-anak muda Jakarta.

Keluarga
Isteri: Retno Suciati E.U.

Anak:
1.Golda Nayawitri B.D.K menikah dengan Adityo Rizal Soeharsono
2.Sahid Abishalom B.N.N.S
3.Jedidiah Shenazar K.S

Cucu:
1.Azriel Haryo Brotoseno T. Soeharsono
2.Gefanya Pringgita Sasmita F. Soeharsono

http://satmappmedan.tripod.com/profil.html